PEMANFAATAN PANDAN-PANDANAN (Pandanaceae) OLEH MASYARAKAT PAPUA (Utilization of Pandan-Pandanan (Pandanaceae) by Papuan People)

LISYE IRIANA ZEBUA

Abstract


ABSTRAK

Pandan-pandanan merupakan kelompok tumbuhan monokotil yang masuk dalam suku Pandanaceae. Tumbuhan tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat Papua. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pemanfaatan pandan-pandanan oleh masyarakat Papua di   Kepulauan Yapen, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Lanijaya, dan Kabupaten Jayawijaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara,  observasi, dan studi pustaka, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ditemukan 11 jenis pandan-pandanan yang dimanfaatkan oleh masyarakat Papua, yaitu Pandanus amarylifolius (Pandan wangi), Pandanus conoideus Lam., Pandanus tectorius Parkinson (Pandan tikar),  Pandanus leptocaulis Merr & Perry, Pandanus jiulianetii (Pandan kelapa hutan), Pandanus polycephalus Lam., Pandanus odoardi Martelli, Pandanus sp1., Pandanus sp2. P. kaernbachii Warb., dan Sararanga sinuosa Hemsley (Pandan anggur). Buah P. conoideus Lam. dikonsumsi sebagai sumber energi, dan sebagai bahan obat, sedangkan akarnya dimanfaatkan sebagai pengikat daun sagu untuk atap rumah.  Daun P.  leptocaulis Merr & Perry dimanfaatkan sebagai tikar jahit, akar P.  tectorius Parkison dimanfaatkan sebagai alat penangkap ikan,  pucuk tunas batang  P. polycephalus Lam. dimanfaatkan sebagai obat tradisional, daun P. kaernbachii Warb, dimanfaatkan sebagai pembungkus makanan,  daun P.  odoardi Martelli dimanfaatkan sebagai bahan baku anyaman piring, daun Pandanus sp.1 dimanfaatkan sebagai bahan baku anyaman piring  dan serat akar Pandanus sp. 2 dimanfaatkan sebagai  bahan benang untuk menjahit tikar, dan untuk pakaian adat. Seluruh organ Pandanus jiulianetii (pandan kelapa hutan) dapat dimanfaatkan. Buah dikonsumsi sebagai bahan makanan tradisional, daun dimanfaatkan untuk membuat tikar dan payung tradisional,  serat akar dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan tas atau noken dan anak panah, batang dapat dijadikan papan untuk lantai atau dinding. Buah Sararanga sinuosa Hemsley dapat dikonsumsi, daun dimanfaatkan sebagai bahan baku anyaman, dan batangnya dimanfaatkan sebagai alat penjepit bara api.

 

Kata kunci : Masyarakat Papua, Pandan-pandanan, Pemanfaatan.


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Aninomous. 2014. Minyak Sari Buah Merah Asli. http://www.buahmerah.org/. Diakses : 07 Desember 2014.

Aronggear T. 2014. Keanekaragaman Jenis Pandanus dan Pemanfaatannya oleh Masyarakat Kampung Papuma Distrik Yapen Barat Kabupaten Kepulauan Yapen. [Skripsi]. Universitas Cenderawasih, Jayapura.

Budi dan Paimin. 2005. Buah Merah. Penebar Swadana. Jakarta.

Callmander MW, Chassot P, Kupfer Ph dan Lowry PP. 2003. Recognition of Martellidendron, a new genus of Pandanaceae, and its biogeographic implication. Taxon 52 : 747-762. http://dx.doi.org/10.2307/3647349

Callmander MW, Booth TJ, Beentje H dan Buerki S. 2013. Update on the systematic of Benstonea (Pandanaceae): when a vionary taxonomist foresees phylogenetic relationships. Phytotaxa 112:57-60. http://dx.doi.org/10.11646/phytotaxa.112.2.4

Englberger L, Aalbersber W, Fitzreral MH, Mark GC, dan Chand K. 2003. Provitamin A Carotenoid Content of Different Cultivar of Edible Pandanus Fruit. J. of Food Composition and Analysis 16:237-247. http://www.oceanmedicine.org/documents/englberger_provitamin_carotenoid.pdf

Faras AF, Wadkar SS dan Ghosh JS. 2014. Effect of Leaf Extract of Pandanus amaryllifolius (Roxb.) on Growth Escherichia coli and Micrococcus (Staphylococcus) auteus. International Food Research Journal 21 (1): 421-423. http://www.ifrj.upm.edu.my

Ghasemzadeh A dan Jaafar HZE. 2013. Profiling of Phenolic Compounds and Their Antioxidant and Anticancer Activities in Pandan (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Extracts from Different Location of Malaysia. BMC Complementary & Alternative Medicine 13:341-349. http://www.biomedcentral.com/1472-6882/13/341.

Hyndman DC. 1984. Ethnobotany of Wopkaimin Pandanus : Significant Papua New Guinea Plant Resource. Economic Botany 38 (3): 287-303.

Keim AP. 2007. 300 Tahun Linnaeus: Pandanaceae, Linnaeus dan koneksi Swedia, “ Memperingati 300 Tahun Carolus Linnaeus”. Pusat penelitian Biologi-LIPI-Bogor.

Kogoya B, Guritno B, Arifin dan Suryanto A. 2014. Bioactive Components of Pandan’s Fruits from Jayawijaya Mountains, Papua, Indonesia. IOSR Journal of Environmental Science, Toxicology and Food Technology. Volume 8, Issue 8 ver. 1. 01-08. www.iosrjournals.org

Kore GI. 2004. Mengenal Potensi Dan Manfaat Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Departemen Pertanian. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua.

Lekitoo K, Borinding E, Dimomonmau PA, Rumbiak WF, Heatubun CD, dan Lekitoo HY. 2012. Re-Difersifikasi Pangan di Tanah Papua Bagia-1: Enam Jenis Tumbuhan Hutan Penghasil Buah Sebagai Sumber Bahan Pangan di Tanah Papua. Kementrian Kehutanan Badan Penelitian & Pengembangan Kehutanan. Jakarta.

Li J dan Ho SH. 2003. Pandan Leaves (Pandanus amaryllifolius Roxb.) As A Natural Cockroach Repellent. http://www3.ntu.edu.sg/eee/urop/congress2003/proceedings/abstract/nus_fos/tdp%20USP/Li%20Jingmei.pdf

Miller CD, Murai M, dan Pen F. 1956. The Use of Pandanus Fruit as Food in Micronesia. Pasific Science 10:3-16. http://scholarspace.manoa.hawaii.edu/bitstream/handle/10125/8178/v10n1-3-16?sequence=1

Muchtadi D. 2009. Pengantar Ilmu Gizi. Alfabeta. Bandung.

Mun’im A, Andrajati R, dan Susilowati H. 2006. Uji Hambatan Tumorigenesis Sari Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Tikus Putih Betina yang Diinduksi 7,12 Dimetilbenz(a)Antrasen (DMBA). Majalah Ilmu Kefarmasian III (3): 153-161.

Neuman WL. 2003. Social Research Methods Qualitative and Quantitative Approaches (5th.eds). Allyn and Bacon. USA. pp. 584.

Powell, J. M. 1976. Ethnobotany. Dalam : Paijman, K. (ed). New Guinea Vegetation Australian National Univ. Press, Canberra. 106-183 hlm.

Purwanto Y dan Munawaroh E. 2010. Etnobotani Jenis-Jenis Pandanaceae Sebagai Bahan Makanan Di Indonesia. LIPI dan PKT kebun Raya. Bogor.

Rahayu M, Sunarti S, dan Kiem AP. 2008. Kajian Etnobotani Pandan Samak (Pandanus odoratissimus L.F.): Pemanfaatan dan Peranannya dalam Usaha Menunjang Penghasilan Keluarga di Ujung Kulon, Banten. Biodiversitas Volume 9, Nomor 4: 310-314.

Stone BC. 1982. New Guinea Pandanaceae: First approach to ecology and biogeography . Dalam : Gressit, J.L (ed). Biogeography and ecology of New Guinea. Dr. W. Junk Publisher, The Hague. Monographiae Biologicae 42 : 401-436.

Syamsulina R. 2007. Efek Proteksi Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Terhadap Stres Oksidatif Di Eritrosit Rattus Norvegicus Galur Wistar yang Terpapar Asap Rokok Kretek : Penelitian Eksperimental Laboratoris. Jiptunair 11: 9-21.

Tejasari. 2005. Nilai Gizi Pangan. Graha Ilmu Yogyakarta.

Wakte KV, Nadaf AB, Thengane RJ, dan Jawali N. 2009. Pandanus amaryllifolius Roxb. Cultivated as A Spice in Coastal Region of India. Genet Resour Crop Evol 56: 735-740. DOI : 10.1007/s10722-009-9431-5. http://link.springer.com/article/10.1007/s10722-009-9431-5.

Walter A dan Sam C. 2002. Fruit of Oceania. ACIAR Monograph No. 85. Canberra.

Zebua LI, Supriatna J, Walujo EB dan Chikmawati T. 2009. Diversity of Red Fruit Pandan (Pandanus conoideus Lam.) In Papua, Indonesia. [Poster], at the International Seminar the 2nd : Joint Seminar UI-FTS UKM at Bangi Campus, Malaysia. June, 22-23, 2009.

Zebua LI. 2010. Etnobotani dan Keanekaragaman Morfogenetik Pandan Buah Merah (Pandanus conoideus Lam.) Asal Papua. [Disertasi]. Universitas Indonesia. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.