PERANAN ANALISIS RISIKO KONSUMSI KERANG BERPLUMBUM DALAM MEMANAJEMEN RISIKO LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DI TELUK YOUTEFA

Hasmi Hasmi

Abstract


Logam berat Plumbum terbukti telah banyak mencemari lingkungan dan dampak dari pencemaran Plumbum ini dapat membahayakan biota dan manusia. Teluk Youtefa Kota Jayapura termasuk Teluk yang menurut beberapa penelitian, perairannya dan biotanya sudah tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar risiko kesehatan akibat pajanan kerang berplumbum pada manusia dan memanajemen risiko lingkungan.Jenis Penelitian adalah observasional dengan pendekatan Analisis Risiko (Hazard Qouetient). Pengambilan sampel ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 𝑃𝑏 pada Konsentrasi kerang dari 12 stasiun dengan rata-rata 0.57 𝑚𝑔/𝐾𝑔, masuk kategori tercemar karena berada di atas ambang batas SNI 7387 tahun 2009 dengan standar tercemar jika > 0.3 𝑚𝑔/𝐾𝑔 . Hasil analisis risiko Dari 75 responden ditemukan 33 responden (44%) responden yang memiliki 𝑅𝑄 > 1 dengan rata-rata 𝑅𝑄 = 2.24 karena  𝑅𝑄 > 1 lebih besar dari angka 1 yang berarti berisiko. Agar dampak dapat dimanajemen dengan menggunakan rumus analisis risiko diketahui bahwa nilai RQ dapat < 1 dengan cara menurunkan jumlah asupan dan lamanya terpapar plumbum perhari pada masyarakat di Teluk Youtefa Kota Jayapura.

Kata kunci: Analisis risiko, kerang, plumbum,manajemen


Full Text:

PDF

References


ATSDR, (2005). Public Health Assesment Guidance Manual, US Departement Of Health and human services.

Amriani (2011). Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) dan Seng (Zn) pada kerang darah (Anadara granosa L.) dan kerang Bakau (Polymesoda bengalensisL) di Perairan Teluk Kendari. Jurnal Ilmu Lingkungan Program Studi Ilmu Lingkungan, 9 (2):

from http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/ article/download/4067/pdf; Page 45-50.

EPA (2005). Guideline For Carsinogen Risk Assesment (EPA/630/P-03/001B). Washinton DC; Risk Assessment Forum, US Environmental Protection Agency.

IPCS(2004).Environmental Health Criteria XXX; Principles for Modeling Dose Reponse for The Risk Assessment of Chemical (Draft). Genewa; World Health Organization and International Programme on chmical safety.

Jalius, B. (2008). Bioakumulasi Logam Berat dan pengaruhnya Terhadap Oogensis Kerang

Hijau (Perna viridis). Jurnal risiko akuakultur, volume 3 no. 1, page 4352.

Kolluru RV. 1996, Health Risk Assesment ; Principles and practices. In: Risk Assesment and management Handbook for environmental, Health and Safety professionals ( Kolluru RV, [7] Bartell S, Pitblado R, Stricoff S, Eds). New York ; McGraw-Hill, 4.3-4.68.

Rochyatun, E., & Rozak, A. (2003). Pemantauan Kadar Logam Berat dalam Sedimen di Perairan Teluk Jakarta. Makara Sains, Volume 11 no 1 April 2007.Page 28-36

Arobaya, A. Y. S., dan Pattiselanno, F. (2010). Yotefa: Dulu, Sekarang dan Akan Nanti, fromhttp://fpattiselanno.wordpress.com/2010/11/17/yotefa-dulu-sekarang- dan-akan-datang-2/About-these ads.

Habrianti, D., Birawida, A. B., & Anwar. (2013). Konsentrasi logam berat timbal (Pb) dalam makanan jajanan, kerang anadara sp. dan urine siswa SD negeri Tallo Tua 69 Makassar. Repository Unhas, 5527.

Jalius, Setiyanto, D. D., Sumantadinata, K., & Ernawati, E. R. Y. (2008). Bioakumulasi Logam Berat dan pengaruhnya Terhadap Oogensis Kerang Hijau (Perna viridis). Jurnal risiko akuakultur, volume 3 no. 1, 43-52.

Mallongi, A. (2013). Penilaian Risiko Kesehatan dan Risiko Ekologi Akibat Paparan bahan Kimia dan Mikroba. modul pelatihan FKM Unhas.

Mallongi, A. (2011). Mercury emission in aquatic habitat and its potential environmental and health risks at Buladu Gold Mine in Gorontalo Province, Indonesia. Mahidol University Thailand, Mahidol.

Manalu, J. (2012). Model Pengelolaan Teluk Yotefa Terpadu Secara Berkelanjutan. IPB, Bogor.

Priyanto, N., Dwiyitno, & Ariyani, F. (2008). Kandungan Logam Berat (Hg, Pb, Cd dan Cu) pada Ikan, Air dan Sedimen di Waduk Cirata, Jawa Barat. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Volume 3 No 1.

Rahman, A. (2006). Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) pada Beberapa Jenis Krustasea Di Pantai Batakan dan Takisung Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Bioscientiae, Volume 3 nomor 2 juli 2006, 93-101.

Rajkumar. (2012). Marina Organisms in Toxicological Approach For The Assessment of Environmental Risk Associated With Cd, Cu, Pb, Zn. Universal Journal Of Environmental Reseach And Technology, 2(2:19-25), 19.

Rochyatun, E., & Rozak, A. (2003). Pemantauan Kadar Logam Berat dalam Sedimen di Perairan Teluk Jakarta. Makara Sains, Volume 11 no 1 April 2007.

Rukaesih Achmad, M. S. (2004). Kimia Lingkungan. Yogyakarta: ANDI.

Soemarwoto, O. (2004). Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan

Fitriati, M. (2004). Bioakumulasi logam berat Hg, Pb dan Cd pada kerang hijau yang dibudidayakan di perairan Kamal dan Clincing, Jakarta. (123456782222004). IPB.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.