PENJENJANGAN PENALARAN VISUOSPASIAL SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI

Ronaldo Kho

Abstract


Penalaran visuospasial adalah aktivitas mental yang berkenaan dengan penarikan simpulan terhadap informasi visuospasial objek-objek. Penalaran visuospasial berperan penting dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP di Jayapura. Hasil penelitian secara empiris adalah sebagai berikut. Jenjang pertama penalaran visuospasial (Analisis). Siswa mampu mengamati dan memeriksa adanya bangun bangun yang terdapat pada masing-masing skema pandangan, mampu mentransformasi objek datar ke objek ruang, tidak dapat mengidentifikasi adanya keterkaitan spasial antara bangun ruang dan ketiga skema pandangan, tidak mampu memadukan unsur-unsur bangun ruang beserta keterkaitan spasialnya, dan tidak dapat merepresentasikan bentuk akhir objek dengan tepat dan benar. Jenjang kedua penalaran visuospasial (Sintesis). Siswa mampu mengamati dan memeriksa adanya bangun-bangun yang terdapat pada masing-masing skema pandangan,mampu mentransformasi objek berdimensi dua ke objek berdimensi tiga, mampu mengidentifikasi adanya keterkaitan spasial antara bangun ruang dan ketiga skema pandangan, mampu memadukan unsur-unsur bangun ruang beserta keterkaitan spasialnya, tetapi tidak dapat merepresentasikan bentuk akhir objek dengan tepat dan benar. Jenjang ketiga penalaran visuospasial (Total). Siswa mampu mengamati dan memeriksa adanya bangun-bangun yang terdapat pada masing-masing skema pandangan, mampu mentransformasi objek berdimensi dua ke objek berdimensi tiga, mampu mengidentifikasi adanya keterkaitan spasial antara bangun ruang dan ketiga skema pandangan, mampu memadukan unsur-unsur bangun ruang beserta keterkaitan spasialnya, dan dapat merepresentasikan bentuk akhir objek dengan tepat dan benar. 

Kata Kunci: Penalaran visuospasial, masalah geometri


Full Text:

PDF

References


Ben-Chaim, D., Lappan, G., & Houang, R. (1989). The Role of Visualization in Middle School Mathematics Curriculum. Focus on Learning Problems in Mathematics 11, pp. 4960.

Bogdan, R. C. & Biklen,K.S. (1992). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods. London: Allyn and Bacon.

Copi,I.M.(1982).Introduction to Logic. New York: Mcmillan.

Dye, J. F., Schatz, I. M., Rosenberg, B. A., & Coleman, S. T.

(2000). Constant Comparison Method: A Kaleidoscope of Data. Diakses

dari www.nova.edu/ssss/QR/QR4-1/dye.html.

Hunt, E. (1995). The Role of Intelligence in Modern Society. The American Scientist. Diakses dari www.psych.utoronto.ca/~reingold/ courses /intellegence/cache/Hunt-full.html.

Lappan, G. & Winter, M. J. (1982). Spatial Visualization. In Mathematics for the Middle Grades (5-9), pp. 118-129. Reston: NCTM.

McMillan, J. H. & Schumacher, S. (2001). Research in Education: A Conceptual Introduction. Fifth Edition. New York: Longman.

Merriam, S. B. (1998). Qualitative Research and Case Study: Applications in Education. San Francisco: Jossey-Bass Publisher.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nilsson, T., Hedman, L., & Ahlqvist, J. 2007. Visual-spatial ability and Interpretation of Three-dimensional Information in Radiographs. Diakses dari http://dmfr.birjournal.org/cgi/reprint/36/2/86.pdf,

Orton, A.(1992). Learning Mathematics Issue, Theory and Classroom Practice. New York: Cassel.

Padalkar, S. & Subramaniam, K. (2007). Reasoning Process Underlying the Explanation of the Phases of the Moon. Diakses dari www.hbcse.tifr.res.in/.../sp-ks-epi2.

Soedjadi, R. (2000). Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Konstatasi Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.

Soedjadi, R. (2007). Masalah Kontekstual sebagai Batu Sendi Matematika Sekolah. Surabaya: PSMS Unesa.

Stanic, G & Kilpatrick, J. (1988). Historical Perspectives on Problem Solving in the Mathematics Curriculum. In R. I. Charles & E.A. Silver. Teaching and Assessing of Mathematical Problem Solving. Reston: NCTM.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kualitatif Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Suppiah, K. (2005). Improving and Identifying the Spatial Visualisation Ability of Students. ITE Teachers‟ Conference. Diakses dari http://edt.ite.edu.sg/ite_conf/teaching/tc05ts02.pdf.

Suriasumantri, J. S. (2001). FilsafatIlmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Terao, A., Koedinger, K. R., Myeong-Ho Sohn, Anderson, J. R., & Carter, C. S. (t.t). An fMRI Study of the Interplay of Symbolic andVisuo-spatial Systems in Mathematical Reasoning. Diakses dari act-r.psy.cmu.edu/paper/814/paper507.pdf.

Tversky, B. (2004). Visuospatial Reasoning.www.sanchessclass.com/ drawing-conclusion.html.

Weber, R. H. & Permana, I. (2000). Pendidikan Teknologi Dasar. Kelas 1 SMP, Keterampilan Dasar Teknik. Modul 1. Bandung: PTD-PPPG Teknologi Bandung.

Wikipedia Diakses dari http://en.wikipedia.org/wiki/Synthesis.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.