ANALISIS DAN STRATEGI RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN INTAN JAYA

Verdy Sumbung, Harmonis Rante, Dewi Ana Rusim

Abstract


Intan Jaya Regency is a new autonomous region resulting from the division of Paniai Regency in 2008 with an area of 8,000 km2. The issue of regional development and its infrastructure really needs to be taken seriously. The potential for regional development includes tourism areas, forest cultivation areas, agricultural cultivation areas and plantations. This study aims to identify, analyze the condition of the regional potential and the strategy for the preparation of the Regional Spatial Plan of Intan Jaya Regency. The study used primary and secondary data which were analyzed qualitatively method. The results shown that the condition of the regional potential and the available data were very adequate. The strategy to compiling the Regional Spatial Plan of Intan Jaya Regency includes legal strategies, development of tourism areas, development of agricultural and plantation cultivation areas, handling of disaster-prone areas, public services and aspects of regional competitiveness.

Keywords


Intan Jaya Regency, Regional Spatial Planning, regional development, area

Full Text:

PDF

References


Hariyanto & Tukidi. (2007). “Konsep Pengembangan Wilayah dan Penataan Ruang di Indonesia di Era Otonomi Daerah”, Jurnal Geografi, Volume 4 Nomor 1, Januari 2007;

Peraturan Daerah Kabupaten Intan Jaya Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perangkat Daerah Kabupaten Intan Jaya (Lembaran Daerah Kabupaten Intan Jaya Tahun 2017 Nomor 1);

Peraturan Daerah Kabupaten Intan Jaya Nomor 4 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Intan Jaya Tahun 2015-3035 (Lembaran Daerah Tahun 2015 Nomor 4);

Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 14 Tahun 2013 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2013-2018, (Lembaran Daerah Provinsi Papua Tahun 2013 Nomor 14);

Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 23 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Tahun 2013-2033 (Lembaran Daerah Provinsi Papua Tahun 2013 Nomor 23;

Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050-2020-SJ Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, Kabupaten dan Kota

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, begitu pula Peraturan Pemerintahnya Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Ruang Wilayah Nasional.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

Yunus, W (2016). Pengantar Hukum Tata Ruang, Jakarta, PT. Kharisma Putra Utama, Edisi kedua




DOI: https://doi.org/10.31957/jurnalelips.v5i3.2406

DOI (PDF): https://doi.org/10.31957/jurnalelips.v5i3.2406.g1949

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Jurnal ELIPS (Ekonomi, Lingkungan, Infrastruktur, Pengembangan Wilayah, dan Sosial Budaya)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.