Eksistensi Horja Mandailing di Era Globalisasi

Authors

  • Muhammad Zusanri Batubara Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya, Kalimantan
  • Atem Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya, Kalimantan
  • M. Syaeful Anam Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya, Kalimantan

DOI:

https://doi.org/10.31957/jap.v4i1.3330

Keywords:

Horja; Mandailing; Globalization

Abstract

The vulnerability of local culture to global culture is increasingly dangerous due to the massive development of technology. The influence of globalization can change every element of human life. Horja as a Mandailing cultural heritage can be eroded by the influence of globalization. The sacredness of horja can always change towards profane due to the demands and needs in the era of globalization. This research aims to find out how horja in the life of Mandailing people and horja in the era of globalization. The type of research used is qualitative research with descriptive methods. Data collection techniques through observation, interviews, and literature studies. The data analysis technique used is descriptive analysis. The results concluded that horja is divided into three types, namely horja siriaon, horja siluluton or horja mambulungi, and horja siulaon. Dalihan na tolu is the most important part of horja implementation which consists of kahanggi, mora, and anak boru. The existence of horja in the globalization era takes place according to Mandailing customs and traditions. There are shifts and changes in the implementation of horja but not too significant. Shifts and changes that occur follow technological developments according to the demands of the times in the era of globalization.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aprianti, M., Dewi, D. A., & Furnamasari, Y. F. (2022). Kebudayaan Indonesia di Era Globalisasi terhadap Identitas Nasional Indonesia. Edumaspul, 6(1), 996–998. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.2294

Batubara, M. Z. (2015). Kuliner Tradisional Etnik Mandailing Di Kota Medan Dan Prospeknya Dalam Pengembangan Pariwisata. http://digilib.unimed.ac.id/22582/

Batubara, M. Z. (2023). Dari Sumatera Ke Kalimantan: Adaptasi Sosial Budaya Mahasiswa Baru Asal Sumatera Utara Di Palangka Raya. Jurnal Ilmu Budaya, 11(1), 173–180. https://doi.org/10.34050/jib.v11i1.25233

Batubara, M. Z., Rahmah, N., Simbolon, W., Agustina, T., & Hasanuddin. (2023). Alam Sumber Kehidupan: Melirik Kehidupan Masyarakat Petuk Katimpun di Pinggiran Sungai Rungan. Seikat: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Hukum, 2(2), 175–181. https://doi.org/10.55681/seikat.v2i2.488

Dafit, F., & Ramadan, Z. H. (2020). Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 1429–1437. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.585

Konradus, D. (2018). Kearifan Lokal Terbonsai Arus Globalisasi: Kajian Terhadap Eksistensi Masyarakat Hukum Adat. Jurnal Masalah-Masalah Hukum, 471(1), 81–88. https://doi.org/10.14710/mmh.47.1.2018.81-88

Majid, A., Nursyirwan, & Yulika, F. (2013). Peranan Gordang Sambilan Dalamkegiatan Upacara Horja Godang di Kotanopan Mandailing Natal. Brecadik, 1(1), 1–18. https://doi.org/10.26887/bcdk.v1i1.19

Nasution, A. (2019). Budaya Mandailing. Banda Aceh: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Nasution, P. (2005). Adat Budaya Mandailing dalam Tantangan Zaman. Medan: FORKALASU.

Pulungan, A. (2018). Dalihan Na Tolu: Peran dalam Proses Interaksi Antara Nilai-nilai Adat Dengan Islam Pada Masyarakat Mandailing Dan Angkola Tapanuli Selatan. http://repository.uinsu.ac.id/8764/1/DALIHAN NA TOLU.pdf

Pulungan, R., & Falahi, A. (2020). Tata Cara Penyelenggaraan Pesta Horja Masyarakat Mandailing. Jurnal Edukasi Kultura: Jurnal Bahasa, Sastra Dan Budaya, 7(1), 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/edukasi%20kultura.v1i1.18320

Rafsanjani, & Marzam. (2021). Bentuk Penyajian Gordang Sambilan Pada Upacara Pesta Pernikahan Di Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan Kota. Jurnal Sendratasik, 10(1), 132–139. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/sendratasik/article/view/110529

Sahrul, & Daulai, A. F. (2019). Kearifan Lokal Dalihan Na Tolu, Ninik Mamak Dan Kerapatan Adat Nagari Dalam Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama Di Sumatera Barat Dan Sumatera Utara. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 43(2), 300–323. https://doi.org/10.30821/miqot.v43i2.606

Setyaningrum, N. D. B. (2018). Budaya Lokal Di Era Global. Ekspresi Seni, 20(2), 102–112. https://doi.org/10.26887/ekse.v20i2.392

Siregar, M. Y., S, N., Dewi, S. F., & Ersya, M. P. (2022). “Horja” sebagai Implementasi Budaya Gotong Royong dalam Pelaksanaan Tradisi Pernikahan. Journal of Civic Education, 5(2), 245–251. https://doi.org/10.24036/jce.v5i2.628

Somad, M. A. (2021). Pentingnya Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Anak. QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Agama, 13(2), 171–186. https://doi.org/10.37680/qalamuna.v13i2.882

Suradi, A. (2018). Pendidikan Berbasis Multikultural dalam Pelestarian Kebudayaan Lokal Nusantara di Era Globalisasi. Wahana Akademika, 5(1), 111–129. https://doi.org/10.24114/jupiis.v10i1.8831

Susilowati, N. (2017). Tradisi Mengunyah Sirih Dan Memotong Kerbau Pada Upacara Adat / Horja Di Angkola – Mandailing. Berkala Arkeologi SANGKHAKALA, 20(2), 79–87. https://doi.org/10.24832/bas.v20i2.283

Downloads

Published

30-06-2023

How to Cite

Batubara, M. Z., Atem, A., & Anam, M. S. (2023). Eksistensi Horja Mandailing di Era Globalisasi. CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua, 4(1), 13–20. https://doi.org/10.31957/jap.v4i1.3330

Issue

Section

Articles