ANALISIS PROGRAM LITERASI SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS III SD INPRES DAGIMON, DISTRIK OBAA, KABUPATEN MAPPI
Abstract
Abstract: The School Literacy Program is a strategic response to persistent reading challenges in primary schools, especially in remote areas where learning resources and literacy exposure remain limited. This study analyzes the implementation, supporting and inhibiting factors, and impact of the School Literacy Program on the reading ability and reading interest of Grade III students at SD Inpres Dagimon, Obaa District, Mappi Regency, South Papua. The study employed a descriptive qualitative design involving the principal, Grade III teacher, parents, and 15 students selected purposively because of their direct involvement in the program. Data were collected through participatory observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed using reduction, display, and conclusion drawing supported by source and technique triangulation. The findings show that literacy activities were implemented through 15-minute pre-class reading, reading tutorials three times a week, and integrated classroom guidance. The program improved students' fluency, confidence, and home reading habits, although it remained at the habituation stage. Strengthening locally relevant reading materials, continuous evaluation, and school-family collaboration are required for sustainable literacy development.
Keywords: school literacy program; reading ability; reading interest; elementary school; South Papua.
Abstrak: Program Literasi Sekolah merupakan respons strategis terhadap persoalan rendahnya kemampuan membaca peserta didik sekolah dasar, terutama di wilayah terpencil yang menghadapi keterbatasan sumber belajar dan paparan literasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak Program Literasi Sekolah terhadap kemampuan dan minat membaca peserta didik kelas III SD Inpres Dagimon, Distrik Obaa, Kabupaten Mappi, Papua Selatan. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru kelas III, orang tua, dan 15 peserta didik yang dipilih secara purposif karena terlibat langsung dalam program. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan literasi dilaksanakan melalui membaca 15 menit sebelum pembelajaran, les membaca tiga kali seminggu, dan bimbingan membaca terintegrasi. Program berdampak pada peningkatan kelancaran, keberanian, dan kebiasaan membaca di rumah, meskipun masih berada pada tahap pembiasaan. Penguatan bahan bacaan kontekstual, evaluasi berkelanjutan, dan kolaborasi sekolah-keluarga diperlukan agar program lebih berkelanjutan.
Kata kunci: program literasi sekolah; kemampuan membaca; minat membaca; sekolah dasar; Papua Selatan
Downloads
References
Abidin, Y. (2017). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.
Alfiana, R., et al. (2023). Dampak praktik literasi harian terhadap minat baca dan pemahaman siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 9(1), 45-58.
Bawden, D. (2001). Information and digital literacies: A review of concepts. Journal of Documentation, 57(2), 218-259. https://doi.org/10.1108/EUM0000000007083
Damayanti, R. (2021). Peran minat baca dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(2), 112-120.
Dharma, S. (2020). Faktor penghambat program literasi sekolah di daerah terpencil. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, 8(1), 22-31.
Fadlilah, A., et al. (2024). Peran orang tua dalam keberhasilan program literasi sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 11(1), 78-90.
Faiz, A., et al. (2022). Minat baca dan motivasi belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Lensa Pendas, 7(1), 58-66.
Faizah, D. U., et al. (2016). Panduan gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). Remaja Rosdakarya.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2019). PISA 2018 results (Volume I): What students know and can do. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en
Putri, D. A. (2023). Diferensiasi pendekatan literasi berbasis karakteristik siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 7(2), 99-110.
Rahim, F. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.
Rohim, R., & Rahmawati, S. (2020). Dukungan keluarga dalam program literasi sekolah dasar. Kajian Pendidikan dan Hasil Penelitian, 6(3).
Septiary, D., & Sidabutar, U. (2020). Implementasi gerakan literasi sekolah di sekolah dasar. Epistema, 1(1), 1-12.
Siregar, M., & Yanti, R. (2022). Evaluasi dokumentasi program literasi sekolah dasar. Jurnal Manajemen Pendidikan, 6(1), 33-45.
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suyono, et al. (2017). Implementasi gerakan literasi sekolah dalam pembelajaran tematik. Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan, 26(2).
Syari, E. (2024). Pengaruh fasilitas sekolah terhadap efektivitas program literasi. Jurnal Administrasi Pendidikan, 31(1), 55-66.
UNESCO. (2003). The Prague declaration: Towards an information literate society. UNESCO.
Wibowo, A. T. (2019). Tantangan implementasi gerakan literasi sekolah di sekolah dasar terpencil. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 145-157.
Widiyono, A., et al. (2021). Kolaborasi sekolah dan pemerintah dalam pengembangan program literasi. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 8(3), 211-223.
World Economic Forum. (2015). New vision for education: Unlocking the potential of technology. World Economic Forum.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 bapaimu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

