MEMBANGUN JEMBATAN BUDAYA DALAM SAINS: PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING PADA MATERI TATA SURYA DI SEKOLAH DASAR KABUPATEN NABIRE

Authors

  • Stenly Sengkey Program Magister Pendidikan Dasar, Universitas Cenderawasih, Papua, Indonesia

Abstract

Abstract: This article condenses a thesis-based research and development study on culturally responsive interactive learning media for elementary science learning in Nabire Regency, Papua. The study was motivated by students' difficulties in understanding abstract Solar System concepts, the dominance of conventional instruction, limited contextual media, and the need to connect science learning with local cultural experience. The product was developed using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media, created with Articulate Storyline 360, integrates Papuan local wisdom, visual narratives, simulations, interactive quizzes, and Culturally Responsive Teaching principles. Expert validation showed that the product was highly feasible in terms of content, media, and language, with mean scores of 4.75, 4.80, and 4.65, respectively. Field testing indicated that the media was practical for students and teachers, with mean scores of 4.50 and 4.40. The effectiveness test demonstrated a substantial increase in students' conceptual understanding, from a pre-test mean of 45.25 to a post-test mean of 85.75, with an N-Gain of 0.74 in the high category and a significant difference at p < 0.001. Qualitative findings also showed stronger engagement, cultural pride, and more active participation. The article argues that culturally responsive digital media can become a bridge between scientific abstraction and local meaning in elementary education.

Keywords: Culturally Responsive Teaching; interactive learning media; Articulate Storyline 360; local wisdom; Solar System; elementary science

 

Abstrak: Artikel ini meringkas penelitian pengembangan berbasis tesis tentang media pembelajaran interaktif yang responsif budaya pada pembelajaran IPA sekolah dasar di Kabupaten Nabire, Papua. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik memahami konsep Tata Surya yang abstrak, dominasi pembelajaran konvensional, keterbatasan media kontekstual, serta kebutuhan menghubungkan pembelajaran sains dengan pengalaman budaya lokal. Produk dikembangkan melalui model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media yang dibuat dengan Articulate Storyline 360 mengintegrasikan kearifan lokal Papua, narasi visual, simulasi, kuis interaktif, dan prinsip Culturally Responsive Teaching. Hasil validasi ahli menunjukkan media sangat layak dari aspek materi, media, dan bahasa dengan skor rata-rata berturut-turut 4,75, 4,80, dan 4,65. Uji coba lapangan menunjukkan media praktis digunakan oleh peserta didik dan guru dengan skor rata-rata 4,50 dan 4,40. Efektivitas media tampak dari peningkatan pemahaman konsep dari rata-rata pre-test 45,25 menjadi post-test 85,75, nilai N-Gain 0,74 pada kategori tinggi, serta perbedaan signifikan pada p < 0,001. Temuan kualitatif menunjukkan meningkatnya keterlibatan, kebanggaan budaya, dan partisipasi aktif peserta didik. Artikel ini menegaskan bahwa media digital responsif budaya dapat menjadi jembatan antara konsep ilmiah yang abstrak dan makna lokal dalam pendidikan dasar.

Kata kunci: Culturally Responsive Teaching; media pembelajaran interaktif; Articulate Storyline 360; kearifan lokal; Tata Surya; IPA sekolah dasar

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, A., Abdurrahman, A., & Kusuma, I. T. (2019). Integrasi kearifan lokal masyarakat Baduy dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan pemahaman konsep ekosistem. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 8(2), 156-164. https://doi.org/10.15294/jpii.v8i2.24535

Beckett, G. (2011). Culturally responsive teaching: A guide for educators. Corwin Press.

Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer.

Bwalya, K. C., Ngulube, P., & Maseko, E. (2021). An analysis of the state of research on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in Sub-Saharan Africa. Journal of Educational Technology Development and Exchange, 14(1), 1-21. https://doi.org/10.18888/jetde.2021.141.1

Byrd, E. R. (2016). Culturally responsive teaching in a multicultural classroom. The Journal of Negro Education, 85(3), 376-387.

Daryanes, A. A., Suhendar, S., & Sumantri, N. (2023). Pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 360 pada materi sistem pencernaan untuk siswa SMP. Jurnal Pendidikan MIPA, 13(1), 87-95.

Dayanti, N. S., Pamelasari, S. D., & Susilo, A. (2023). Etnosains: Integrasi kearifan lokal masyarakat adat dalam pembelajaran IPA. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 9(1), 1-10.

Dwi, L. S., Prasetyo, A. P., & Susantyo, D. (2023). Integrasi kearifan lokal Suku Mee dalam pembelajaran IPA sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman konsep lingkungan. Jurnal Basicedu, 7(3), 1800-1810. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i3.4745

Fahrozy, A., Kholifah, N., & Rasmawati, R. (2022). The importance of 4C skills in the industrial revolution 4.0 era. Jurnal Pendidikan Indonesia, 8(2), 211-220.

Hardianti, I., & Jayadinata, A. (2022). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 360 pada materi tata surya. Jurnal Pendidikan Sains, 10(2), 201-210.

Haryadi, B., Widodo, A., & Supriyanto, A. (2023). Etnosains: Jembatan antara kearifan lokal dan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPA. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 12(1), 98-107.

Hattarina, D., Mulyadi, M., & Sudrajat, A. (2022). Analisis implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 5400-5410. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3210

Lawa, L. S., Lestari, D., & Lidia, L. (2022). Efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline 360 pada materi sistem pencernaan manusia. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 8(1), 112-121.

Legina, L., & Sari, N. M. (2022). Pengembangan media pembelajaran interaktif menggunakan Articulate Storyline 360 pada materi sistem pernapasan. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 11(2), 289-297. https://doi.org/10.15294/jpii.v11i2.55395

Lestari, D., Suharso, S., & Liden, A. (2019). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan pemahaman konsep di sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 5(1), 56-67.

Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.

Naitili, B., & Nahak, F. (2023). Kearifan lokal dalam pembelajaran sains di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 8(2), 150-160.

Ning, H., Li, Y., & Zhang, S. (2024). The impact of TPACK on pre-service teachers' instructional design for online learning: A meta-analysis. Computers & Education, 210, 105008. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2023.105008

Ogodo, A. (2024). Challenges in implementing culturally responsive teaching in diverse classrooms. International Journal of Educational Research, 123, 102345.

Pratiwi, R. (2021). Kesulitan peserta didik sekolah dasar dalam memahami konsep Tata Surya dan upaya mengatasinya. Jurnal Pijar MIPA, 16(1), 55-62.

Purwati, A., Susilo, A., & Nugraha, P. (2020). Pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis augmented reality pada materi Tata Surya. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 9(2), 201-210. https://doi.org/10.15294/jpii.v9i2.38058

Rahmah, S., Rauf, A., & Amin, M. (2019). Efektivitas media pembelajaran berbasis multimedia interaktif terhadap pemahaman konsep IPA siswa SD. Jurnal Pendidikan Sains, 7(1), 45-52.

Saskia, S., Gunawan, G., & Sari, N. M. (2022). Efektivitas media pembelajaran Articulate Storyline 360 pada materi Tata Surya siswa kelas VI SD. Jurnal Pendidikan Sains, 10(1), 101-110.

Suastra, I. M. (2017). Pendidikan sains berbasis budaya lokal. Paramita Publishing.

Suryanto, A. (2018). Identifikasi miskonsepsi peserta didik sekolah dasar pada konsep Tata Surya. Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains, 3(1), 1-8.

Willenda, W., Rasmawati, R., & Hidayat, S. (2024). Implementasi Culturally Responsive Teaching dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jurnal Pendidik Indonesia, 10(1), 80-90.

Downloads

Published

2026-06-28