MODUL IPA TERPADU BERBASIS INQUIRY LEARNING PADA MATERI ZAT ADITIF MAKANAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

SITI PATIMAH, TIURLINA SIREGAR, ALBERT LUMBU

Abstract


This study aims to find out how to make an integrated science module, develop an integrated science module,  and improve science process skills by using an integrated science module based on inquiry learning on food additives. Research Methods Research and Development. The research sample was conducted in class VIII A SMP Negeri 1 Sentani with a total of 32 students. The results showed that: 1) How to make a module through seven stages, namely module needs analysis, module design, implementation, assessment, evaluation, validation and quality assurance of the module, using four module components, namely the opening, introduction, learning and evaluation. 2) The development of an integrated science module based on inquiry learning on food additives material through the arrangement of stages of making modules for the use of the school environment Very feasible category to be used as teaching material and 3) Assessment of students' science process skills in RPP 1 to RPP 3 learning produces an average percentage of 69.75% with the skilled category.


Keywords


Science Module; Inquiry Learning; Science Process Skills

Full Text:

PDF

References


Andriani, P. M. (2019). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Zat Aditif Makanan Oleh Masyarakat Desa Rasau Jaya Umum Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 74-87;

Depdiknas. (2013). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Tentang pendidikan Nasional. Jakarta: Biro Hukum Sekjen Depdiknas cet. 1;

Handoyono, N. A. (2016). Pengaruh Inquiry Learning Dan Problem - Based Learning Terhadap Hasil Belajar PKKR Ditinjau Dari Motivasi Belajar. Jurnal Pendidikan Vokasi, 32-42;

Huda, F. A. (2018, Maret 8). Pengertian dan Langkah-Langkah Model Pembelajaran Inquiry (Inquiry Learning). Retrieved Februari 2020, 14, from Fatkhan.Web.ID: http://fatkhan.web.id/pengertian-dan-langkah langkah-model-pembelajaran-inkuiri-inquiry-learning;

Kalemben, S., Rumahorbo., B dan Sallagan, J. (2018). Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Keterampilan roses Sains, Minat Dan Hasil Belajar peserta Didik Pada Materi Fotosintesis di Kelas VIII SMP Negeri 9 Jayapura. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, Vol 6, No 3, Hal 62-70;

Kemendikbud. (2013). Sistem Pendidikan Nasional. Retrieved from http://lppks.kemdikbud.go.id/uploads/pengumuman/uu_no_20_tahun_2003.pf ;

Rahayu, P. (2019). Pengembangan Modul IPA berbasis Discovery Learning dalam Meningkatkan Keaktifan, Keterampilan Proses Dan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Materi Getaran, Gelombang dan Bunyi Kelas VIII SMP YPK 2 Manokwari. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, Vol 8, No 2, Hal 95-10;

Siregar, T, (2011). Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Melalui Model Pembelajaran dengan Pendekatan Inquiry Based Learning (IBL) . Jurnal Prosiding Seminar Nasional;

Siregar, T. (2011). Pendekatan inquiry Based Learning (IBL) mengubah paradigma pembelajaran menjadi inovatif. Jayapura: Logoz Publishing;

Siregar, T. (2019). Modul pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi larutan elektrolit dan non elektrolit. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, Vol 1, No 1, Hal 8-16 .




DOI: https://doi.org/10.31957/jipi.v9i2.1715

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia