Analis Pembagian Kerja Diantara Anggota Keluarga Dalam Pertanian Rakyat Di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya
Abstract
Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang pembagian kerja diantara anggota keluarga dan faktor-faktor yang mendorong pembagian kerja di Distrik Walelagama Kabupaten Jayawijaya, dimana titik fokus penelitian adalah pada tahap-tahap kegiatan pertanian yaitu tahap penyiapan lahan, tahap penanaman, tahap pemeliharaan dan tahap pengambilan hasil. Adapun unit penelitian ini adalah anggota rumah tangga tani yang terdiri dari Ayah, Ibu, Anak Laki-laki dan Anak Perempuan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan melihat keterlibatan setiap anggota keluarga dalam kegiatan-kegiatan yang ada dalam tahapan kegiatan pertanian dan faktor yang mendorong terjadinya pembagian tersebut. Hasil analisis menunjukkan Adanya pembagian kerja yang jelas diantara anggota keluarga, dimana anggota keluarga yang berstatus Ayah dan Anak laki-laki mendapat tugas pada tahap penyiapan lahan dan kegiatan pemeliharaan saluran air pada tahap pemeliharaan , sedangkan anggota keluarga Ibu dan Anak perempuan mendapat tugas pada tahap penanaman, pekerjaan pemeliharaan tanaman pada tahap pemeliharaan dan tahap pengambilan hasil. Faktor yang mendorong timbulnya pembagian kerja adalah faktor kekuatan fisik, ketelitian dan sosial budaya (kebiasaan).
Kata kunci : Pertanian Rakyat, Anggota Keluarga, Pembagian Kerja.
Full Text:
PDFReferences
Anonim, 1983, Pertumbuhan dan pemerataan Pembangunan Pertanian. PERHEPPI, Jakarta
Anonim, 1984, Sistem Kesatuan Hidup Setempat Daerah Irian Jaya, Proyek Iventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah, Jayapura
Anwar dan Iwon J. A (eds), 1990 : Proses Ekonomi Indonesia dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta
Bintoro Tjokoro Amidjaya, 1980 : Teori dan Strategi Pembangunan Nasional, Gunung Agung Jakarta.
Brannen, Julia. 2005. Memandu Metode Penelitian Kualitatif&Kuantitatif. Edisi terjemahan. Pustaka Pelaja,.Yogyakarta
Canserina. J. 1989, Studi Tata Letak dan Pola Kebun Masyarakat Ekagi (sebagai tahap awal perencanaan lensekap pertanian), IPB Bogor
Darumurti, KD dan Rauta Umbu, 2000, Otonomi Daerah, Kemarin Hari ini dan Esok, Kritis, Vol. XII. No.3.
Edi Suharto, 2010, Pembangunan Masyarakat Pemberdayaan Masyarakat, Refika Aditama, Bandung
Ginanjar Kartasasmita, 1996, Pemberdayaan Ekonomi Rakyat dengan Pembangunan Daerah Pedesaan, Jakarta
Hamdari Nawawi, 1983, Pokok-Pokok Pembangunan Masyarakat Desa, PT. Citra Adya Bakti, Bandung
Kaho, J.R, 1997, Prospek Otonomi Daerah di Negara Republik Indonesia, PT. Raja Gratondo, Cetakan Keempat, Jakarta.
Kasiepo M dkk, 1987, Pembangunan Masyarakat Pedalaman Irian Jaya, Pustaka Sinar Harapan Jakarta
Kunarjo; 2002, Perencanaan dan Pengendalian Program Pembangunan, UI press; Jakarta
Kuncoro, Mudrajad, 2003, Metode Riset Untuk Bisnis & Ekonomi, Penerbit Erlangga, Jakarta.
-------------------------, 2004, Otonomi & Pembangunan Daerah Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang, Penerbit Erlangga Jakarta.
Kusnowo A & Nazif A.H, 1992, Yogotak Hubuluk Motok Hanorogo (pengembangan wilayah pedesaan Wamena), LIPI Jakarta
Lembaga Demografi UI, 2010, Dasar-dasar Demografi, Fajar Agung, FE-UI Jakarta
Mampioper.A, 1980, Mengenal Aspek Budaya Suku Dani, Pusat Biro Kesra Pemda T.K. I Irian Jaya, Jayapura
Mubyarto, 1982, Pengantar Ekonomi Pertanian, LP3ES UGM Yogyakarta
Nazara, Suahasil, 1997, Garis-garis Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan. Jakarta
Neuman, W Laurence. 2013, Metodelogi Penelitian Sosial; Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Edisi terjemahan. Indeks , Jakarta.
Pudjawati.S, 1985, Peranan Wanita dalam Pembangunan Masyarakat Desa, Rajawali Jakarta
Soetomo, 2010, Strategi-Strategi Pembangunan Masyarakat, Pustaka Pelajar Yogyakarta
Tambunan, Tulus, TH, 2001, Perkembangan Sektor Pertanian di Indonesia : Beberapa Isu Penting, Jakarta
Tucker A.F, 1987, Ekosistim-Ekosistim Tani di Irian Jaya dan arah Pembangunannya , Ayu Mas, Jayapura
DOI: https://doi.org/10.56076/jkesp.v2i3.2066