Ketegangan antara In Dubio Pro Reo dan In Dubio Pro Natura dalam Perkara Green Corruption: Studi Putusan Kasus Korupsi Timah Harvey Moeis
Kata Kunci:
In dubio pro reo, In dubio pro natura, Korupsi hijau, Positivisme hukum pidanaAbstrak
Tulisan ini menganalisis ketegangan normatif antara prinsip in dubio pro reo dan in dubio pro natura dalam adjudikasi korupsi berbasis sumber daya alam melalui studi terhadap Putusan No. 70/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan fokus pada analisis pertimbangan hakim, khususnya dalam memvalidasi bukti kerusakan lingkungan dan menetapkan uang pengganti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan diakui sebagai bagian dari kerugian negara melalui mekanisme valuasi ekonomi, namun pengakuan tersebut tidak diikuti oleh internalisasi prinsip perlindungan lingkungan dalam pertimbangan hukum. Hakim mengonstruksikan kepastian terhadap keterangan ahli sehingga ketidakpastian ilmiah tidak dioperasionalkan sebagai keraguan dalam arti hukum. Kondisi ini menutup ruang bagi penerapan in dubio pro natura, yang bergantung pada pengakuan terhadap ketidakpastian ekologis. Sebaliknya, in dubio pro reo tetap mendominasi sebagai prinsip yang mendasari pembuktian pidana. Penetapan uang pengganti memperlihatkan adanya reduksi ekologis, di mana kompleksitas lingkungan dikonversi menjadi kewajiban finansial. Temuan ini menunjukkan bahwa absennya perspektif pro-natura bukan merupakan anomali, melainkan konsekuensi dari dominasi positivisme hukum pidana yang berorientasi pada kepastian. Tulisan ini menegaskan perlunya reorientasi pendekatan adjudikasi untuk mengakomodasi ketidakpastian ilmiah dan memperkuat perlindungan lingkungan dalam perkara korupsi berbasis sumber daya alam.
Unduhan
Referensi
Ahteensuu, M., & Sandin, P. (2012). The Precautionary Principle. In S. Roeser, R. Hillerbrand, P. Sandin, & M. Peterson (Eds.), Handbook of Risk Theory: Epistemology, Decision Theory, Ethics, and Social Implications of Risk (pp. 961–978). Springer Netherlands. https://doi.org/10.1007/978-94-007-1433-5_38
Anwar, C., Adwani, & Rizanizarli. (2022). In dubio pro reo principle as judges’ consideration in criminal case. International Journal of Law, 8(6), 181–183.
Arifin, R., & Idris, S. H. (2023). In Dubio Pro Natura: in Doubt, should the Environment Be a Priority? A Discourse of Environmental Justice in Indonesia. Jambe Law Journal, 6(2), 143–184. https://doi.org/10.22437/jlj.6.2.143-184
Ashworth, A. (2006). Principles of Criminal Law. Oxford University Press.
Ekins, P., & Zenghelis, D. (2021). The costs and benefits of environmental sustainability. Sustainability Science, 16(3), 949–965. https://doi.org/10.1007/s11625-021-00910-5
Febrianto, W., Afriani, S., & Jaya, E. (2023). Dalil Kerusakan Lingkungan Hidup sebagai Dasar Pemenuhan Unsur Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi Pendahuluan dari negara yang dikaji tingkat korupsi pemerintahan dan berada di Tidak berlebihan sekiranya laporan Corruption Perceptions Index ( CPI. Ma’mal: Jurnal Laboratorium Syariah Dan Hukum, 4(152).
Gregori, T., Giansoldati, M., & Zotti, J. (2025). Institutional corruption and environmental degradation. Journal of Cleaner Production, 521(August 2024), 146191. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2025.146191
Hamzah, A. (2008). Hukum Acara Pidana Indonesia. Sinar Grafika.
Hart, H. L. A. (1994). The Concept of Law. Clarendon Press.
Husak, D. (2016). Ignorance of law: A Philosophical Inquiry. Oxford University Press.
Indonesia Corruption Watch. (2024). Laporan Hasil Pemantauan Tren Korupsi Tahun 2024. https://antikorupsi.id/sites/default/files/dokumen/Laporan Hasil Pemantauan Tren Korupsi Tahun 2024.pdf
Julio, R. F., & Setyaningsih, S. I. (2025). Mega Korupsi Tata Niaga Timah Rp 300 Triliun: Analisis Pelanggaran Prinsip Pancasila dan Etika Tata Kelola Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam. Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(4), 113–129. https://doi.org/: https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i4.1238
Lynch, M. J., Long, M. A., & Stretesky, P. B. (2019). Connecting Ecological Decline and Eco-justice: An Introduction to a Political Economic View of Eco-Justice. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-030-28573-9_2
Lynch, M. J., & Stretesky, P. B. (2014). Exploring Green Criminology: Toward a Green Criminological Revolution. Routledge.
MacCormick, N. (2005). Institutions of Law: An Essay in Legal Theory. Oxford University Press.
Muladi. (1995). Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Pelengkahu, M. (2024). Model Pengaturan Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara Berbasis Keadilan Ekologis [UNS (Sebelas Maret University)]. https://digilib.uns.ac.id/dokumen/detail/114437/
Pelengkahu, M. (2025). Green Criminology: Evolution, Typology, and Legal Framework for Environmental Protection. Ius Poenale, 6(1), 37–54. https://doi.org/https://doi.org/10.25041/ip.v6i1.4444
Pelengkahu, M. R., & Indirwan, I. (2022). Formulation Of The Application Of Restorative Justice To Offenders Of Corruption In Indonesia. Corruptio, 3(2), 123–134. https://doi.org/10.25041/corruptio.v3i2.2756
Pelengkahu, M. R., & Kasim, F. M. (2023). Phenomena of Corruption as A Social Pathology : A Review on Legal Sociology. Jurnal Hukum Prasada, 10(2), 130–138. https://doi.org/https://doi.org/10.22225/jhp.10.2.2023.130-138 Abstract
Pelengkahu, M. R., & Satria, N. (2023). The Role of Environmental Legal Instruments and Government Policies in Realizing Sustainable Development in Indonesia. Administrative and Environmental Law Review, 4(2), 127–138. https://doi.org/10.25041/aelr.v4i2.2971
Raz, J. (1979). Essays on Law and Morality. Oxford University Press.
Roxin, C. (1994). Strafrecht Allgemeiner Teil. C.H. Beck.
Ruggiero, V., & South, N. (2010). Green Criminology and Dirty Collar Crime. Critical Criminology, 18(4), 251–262. https://doi.org/10.1007/s10612-010-9122-8
Sagala, F. S. I., Pakpahan, K., & Esther, J. (2023). Penerapan asas in dubio pro natura terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Reusam, XI(November), 1–14. https://doi.org/10.33476/ajl.v4i1.33.8
White, R. (2013). Crimes Against Nature: Environmental Criminology and Ecological Justice. Routledge.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Pandu Dewa Ashari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
