Analisis Strategi Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Manokwari

Authors

  • Yopi Suabey Universitas Cenderawasih
  • Halomoan Hutajulu Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i3.5522

Abstract

This study aims to analyze the income level of noken (traditional Papuan woven bag) business actors in Manokwari Regency, identify the inhibiting and supporting factors in the empowerment process of cooperatives and noken business actors, and formulate appropriate strategies to increase the income of noken sellers in Manokwari Regency. The analytical methods used in this research consist of two stages: calculation of total production costs to measure the net income of craftsmen, and SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) to identify internal and external factors affecting the noken handicraft business. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation involving 27 noken craftsman respondents selected through purposive sampling with the criterion of having been in business for at least one year. Based on the results of the discussion, it can be concluded that the average income of noken craftsmen per production cycle is IDR 4,617,308 with a net income after deducting costs of IDR 4,070,769, where the revenue received is the product of the number of noken produced multiplied by the selling price at the time of production. The development strategy for the noken bag handicraft industry is based on two approaches: a strategy based on internal-external matrix analysis and a combination of SWOT matrix strategies, which shows that the priority strategy to be applied is the SO (Strengths-Opportunities) strategy, which utilizes strengths to take advantage of opportunities through three main indicators, namely capital, raw materials, and marketing. Noken sellers have several significant strengths such as easy access to raw materials, high skills, and low production costs, and can take advantage of existing opportunities including supportive government policies and increasing demand for noken bags. However, they also face weaknesses such as a lack of understanding of financial literacy and digital marketing, as well as threats from competition with modern bags and difficulties in obtaining natural raw materials, thus requiring a comprehensive strategy to overcome weaknesses and threats while maximizing existing strengths and opportunities.

 Keywords: Strategy, Income, MSMEs, Noken, SWOT Analysis

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amri, A. (2020). Dampak COVID-19 terhadap UMKM di Indonesia. Jurnal Brand, 123-130.

Asti, I. A. (2022). Pemberdayaan perajin noken dalam meningkatkan perekonomian masyarakat oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Studi kasus Koperasi dan UKM di Distrik Abepura Kota Jayapura Provinsi Papua). Tidak dipublikasikan.

Bahabol. (2014). Promosi warisan budaya tradisional tas noken Papua sebagai warisan budaya dunia (CD). Tidak dipublikasikan.

Boediono. (2002). Ekonomi makro. Yogyakarta: BPFE.

David, F. R. (1997). Strategic management. New Jersey: Prentice Hall.

Dekme, D. (2016). Pengrajin noken pada Suku Bangsa Amungme di Desa Limau Asri Kecamatan Iwaka Kabupaten Mimika Provinsi Papua. Tidak dipublikasikan.

Dewi, W., & Meilani, H. (2023). Peranan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi & Kebijakan Publik, 4(1).

IC, K., & Setiawan, A. B. (2012). Analisis pemberdayaan koperasi dan UMKM berbasis akuntansi koperasi dan perencanaan permodalan di Kota Bogor. Jurnal Sosial Humaniora, 3(1).

Januar, A. (2017). Fungsi, makna, dan eksistensi noken sebagai simbol identitas orang Papua. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 35(2).

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Marit, E. L. (2016). Noken dan perempuan: Analisis wacana gender dan ideologi. Tidak dipublikasikan.

Mega, S. (2019). Analisis strategi pemasaran industri rumah tangga Tas Rajut Tali Kur di Payakumbuh. Tidak dipublikasikan.

Ortina, R. (2014). Analisis pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah (Studi kasus pada Kota Mojokerto). Diambil dari file:///Users/marthenesowe/Documents/MY%20DOKUMEN/TS/xxxxx/1110-2180-1-SM.pdf

Rio, Chodijah, S., & Yunisvita. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pekerja wanita sebagai ibu rumah tangga. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2).

Rumetna, M. S., Dkk. (2020). Optimalisasi penjualan noken kulit kayu menggunakan metode simpleks dan software POM-QM. Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 8(1).

Sawir, M., Dkk. (2021). Pemberdayaan local wisdom usaha kerajinan noken Papua berbasis digital di Kelurahan Ardipura Jayapura Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2).

Sri, M. W., Mappamiring, H., & Parawangi, A. (2022). Peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan usaha mikro dan menengah (UMKM) di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba. Diambil dari https://digilibadmin.unismuh.ac.id/upload/34094-Full_Text.pdf

Tumija. (2022). Peran pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada masa pandemi COVID-19 di Cipageran, Cimahi. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1).

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 93. Jakarta: Sekretariat Negara.

Zonggonau, Rahayu, S., & Maspaitella, M. (2021). Strategi pengembangan industri kerajinan tas noken (Studi kasus pengrajin lokal Kabupaten Mimika). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 9(2).

Downloads

Published

2025-12-05

How to Cite

Suabey, Y., & Hutajulu, H. (2025). Analisis Strategi Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Manokwari. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Studi Pembangunan, 12(3). https://doi.org/10.56076/jkesp.v12i3.5522

Issue

Section

Articles